Pemerintah Kota Palembang pada 2010 akan menambah tujuh zona untuk pengembangan kawasan agropolitan di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang.

Ketujuh zona itu zona wisata sungai, zona  konservasi,  zona pariwisata, zona fauna, zona  minapolitan, zona entrance dan zona  flora. Lahan yang disediakan untuk tujuh zona itu seluas 112 hektare.

" />
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang
   DIRGAHAYU KE-1329 KOTA PALEMBANG   WALI KOTA IMBAU SEKOLAH PRIORITASKAN PELAJARAN AGAMA   WARNET JANGAN BUKA HINGGA LARUT MALAM  
Waktu
 
Kalender
SEPTEMBER 2014
S S R K J S M
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          
             
 
Jadwal Sholat
Palembang
Imsak04:26 WIB
Subuh04:36 WIB
Syuruq05:50 WIB
Dzuhur11:55 WIB
Ashar15:03 WIB
Maghrib17:59 WIB
Isya19:06 WIB
2°59'LS, 104°47'BT
Ketinggian : 10 m
Arah kiblat : 65°27' (U-B)
 
Cuaca

Data Cuaca tidak bisa diambil.

 
Peta Palembang
 
Peta Pengunjung
 
Klip Palembang

Palembang


 

Portal Nasional Republik Indonesia

Departemen Dalam Negeri RI

Bappenas

Departemen Komunikasi & Informatika RI

Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kota Palembang

Bulletin Metropolis

Beranda > Berita > Pariwisata dan Kebudayaan

Pemkot Siapkan Tujuh Zona di Kawasan Agropolitan

29/12/2009 12:07:42 WIBOleh : Admin Dinas Kominfo

Pemerintah Kota Palembang pada 2010 akan menambah tujuh zona untuk pengembangan kawasan agropolitan di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang.

Ketujuh zona itu zona wisata sungai, zona  konservasi,  zona pariwisata, zona fauna, zona  minapolitan, zona entrance dan zona  flora. Lahan yang disediakan untuk tujuh zona itu seluas 112 hektare.

Pemerintah Kota Palembang pada 2010 akan menambah tujuh zona untuk pengembangan kawasan agropolitan di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang.

Ketujuh zona itu zona wisata sungai, zona  konservasi,  zona pariwisata, zona fauna, zona  minapolitan, zona entrance dan zona  flora. Lahan yang disediakan untuk tujuh zona itu seluas 112 hektare.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Palembang Hilda Zulkifli, di lapangan Griya Asri Gandus, Rabu (23/12).

Menurut Hilda, Pulokerto akan dijadikan kawasan bisnis pariwisata (agro ecotourism), kawasan rekreasi (recreation area) dan kawasan pendidikan (education area). Tidak ada kawasan industri di sana.

“Master plannya sudah kita bentuk. Nantinya semua kendaraan harus melalui jalur sungai, transportasinya speed boat dengan mengkoordinasikan kanal-kanal yang ada,” terang Hilda.

Dia melanjutkan, di kawasan Pulokerto itu juga akan dilengkapi dengan berbagai laboratorium, seperti laboratorium bio teknologi, laboratorium biotik, laboratorium perikanan, dan laboratorium peternakan untuk keperluan riset dan pengembangan. Di sana juga akan ada area rekreasi taman kupu-kupu dan taman tanaman dari berbagai daerah di Sumsel.

Dengan konsep yang terintegrasi ini, Hilda berharap masyarakat di bagian Ulu beserta segenap potensi di kawasannya dapat diberdayakan, termasuk potensi ekonominya.

“Sehingga multi player effect (pengaruh dari suatu kebijakan yang terintegrasi-red) dapat terjaga,” ujar Hilda.

Bagaimana dengan pendanaan? Kata Hilda, dirinya belum bisa memastikan berapa besar dana yang dibutuhkan. Meski begitu, katanya, rencana tersebut telah masuk dalam perjanjian dengan Menteri Pertanian, Bappenas dan Departemen Pekerjaan Umum Cipta Karya.

“Dana masih dalam hitungan. Untuk infrastruktur, akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Karena sudah ada penetapan dari Menteri Pertanian bahwa satu kawasan di Palembang termasuk kawasan agropolitan, yang digolongkan minapolitan perikanan sungai. Pendanaannya dibebankan ke Bappenas,” papar Hilda.

“Dan untuk pembiayaan jalan produksi dan jalan pemasaran, akan dibantu PU Cipta Karya sesuai dengan perjanjian belum lama ini,” Hilda melanjutkan, seraya mengharapkan masyarakat Kota Palembang berperan aktif mendukung pemerintah mewujudkan rencana ini. (why)

Master Plan Pulokerto itu…..

1.    Zona Minapolitan

Merupakan zona dengan tematik sebagai zona pendidikan dan pameran minapolitan. Di mana wisatawan dapat melibatkan diri dalam penelitian dan pengamatan terhadap proses budidaya flora dan fauna yang ada di Pulokerto.

Rencana fasiltas utama: Gedung Minapolitan Center, terdiri dari (pusat informasi minapolitan dan investasi, agropolitan gandu, mini theater, mini library, indoor plantion dan fishery); Aquarium bawah air; Bangunan Penelitian dan Pelatihan (benih, pupuk dan keperluan minapolitan).

2.    Zona Flora

Merupakan zona dengan tematik sebagai zona budidaya flora yang didominasi oleh sawah, perkebunan dan pengelolaanya. Di mana wisatawan dapat berinteraksi sebagai petani ataupun pekerja perkebunan.

Rencana fasilitas utama: Sawah,gedung pameran anggrek, perkebunan, apotik hidup, resort tradisional atau desa wisata dan pengelohan dan industri.

3.    Zona Fauna

Dengan tematik sebagai zona budi daya fauna yang didominasi oleh tambak, perternakan dan pengelolaannya, dimana wisatawan  dapat berinterkasi sebagai peternak dan nelaya.

Rencana fasilitas utama: Budidaya ikan (Keramba ikan, tambak ikan, kolam pancing), Perternakan (sapi, kambing, domba, kuda dan unggas), Penangkaran (buaya dan burung bekantan), desa wisata, dan padang rumput.

4.    Zona Konservasi

Dengan tematik sebagai zona pendidikan dan konservasi alam. Di mana wisatawan dapat melibatkan diri dalam pengamatan terhadap jenis–jenis flora dan fauna Palembang yang dilindungi maupun yang memiliki ciri khas. Wisatawan dapat melakukan pengamatan 24 jam dengan cara menginap di area camping ground yang disediakan oleh pengelola.

Rencana fasiltas utama: Konservasi pohon (kelapa, cemara, rumbia) hewan (kera, burung  punai, burung kuntul, kupu-kupu), koleksi tanaman langka untuk dikembangkan sebagai  useum tanaman langka.

5.    Zona wisata dan budaya

Merupakan zona tematik sebagai zona wisata dengan variasi yang beragam, mulai wisata alam hingga wisata buatan, seperti wisata air (water boom dan water park) hingga permainan anak-anak modern.

Rencana fasiltas utama:
Permainan anak, (kolam keceh, children playground, taman lalulintas), piknik area, wisata olahraga air (Water boom,water park, kolam renang), permainan anak modern, jet coaster, bombom car, komedi putar, sky tower, dan museum kupu-kupu.

6.    Zona Wisata Sungai

Dengan tematik sebagai zona wisata sungai dengan variasi yang beragam, mulai  pembudidayaan ikan air sungai dalam kerambah hingga sky air dan lomba perahu naga. Kawasan ini dinyatakan tertutup terhadap lalu lintas air Sungai Musi.

Rencana fasiltas utama: Dermaga akses air internal ke Pulokerto, dermaga rekreasi air, (jet sky), kerambah ikan sungai dan cable car, dan menara pandangan Musi Ilir.

Sumber: Bappeda Kota Palembang

Share

Berita Lainnya
Komentar
Kirim Komentar
Nama:
E-Mail:
Komentar:
   
Masukan kode pada gambar di atas:
  
Komentar terbaru (Belum ada komentar yang masuk)
Telepon Penting
Kebakaran113, 312011
Ambulans118
Polisi110
SAR355111
RSMH354088
 
Pengunjung Kami
 
Komentar
 
Pengunjung
Tahun ini25571
Bulan ini1944
Hari ini27
Online1
205784
Sejak : 03/11/2009
 

Hemat Air

Pemerintah Kota Palembang   Departemen Komunikasi & Informatika RI   Provinsi Sumatera Selatan   Bappenas   Bulletin Metropolis   Portal Nasional Republik Indonesia  

© 2006 - 2009 Pemerintah Kota Palembang